Monday, April 20, 2009

Bila Sinyal 3G di Rumah Lemah, Lelet, Lemot

3G Phone 3 minggu join fesbuk (fb, En: facebook) masih tercengang dengan fenomena wabah fesbukan ini. Nyaris setiap saat ada saja yang apdet status, foto, musik, video baik di pagi maupun sore hari, siang maupun malam. Tak sedikit diantaranya ada ikon HP yang maknanya kurleb diapdet dari HP. Hal ini menunjukkan saat ini HP tidak hanya digunakan saat mobile atau di perjalanan atau di pusat keramaian mol2 namun juga di kantor maupun rumah. Saya duga HP untuk fb ini banyak yang menggunakan sinyal 3G (dibaca: tiga ge atau triji, bukan tiga ji atau tri ge) untuk koneksi ke internet.

Saat ini tak hanya ibu-ibu rt saja yang terjangkit addict fb, namun juga segenap anggota keluarga bahkan ada juga seisi rumah pun berfesbukan ria. Sudah banyak saya lihat pasutri saling fesbukan, tidak hanya di siang hari saat suami dinas di kantor atau diluar rumah namun juga di malam hari. Bahkan saya sering lihat antara ortu dan anak-anaknya berkomunikasi melalui fb. Kebayang deh… dalam satu rumah tuh, bokap gi sibuk di kompi ngerjain tugas sambil sesekali cek status wall fb dari friends-nya. Nyokap gi menikmati betapa enaknya cengengesan sendiri di depan leptop. KK (panggilan buat anak sulung) gi ceting pake Blackberry ma brotas n sitas. Mbak asik njawabin macam-macam quiz fb pake iPhone. Adek (panggilan buat anak bungsu) pake Nokia 5800 nonton nge-game.  Si Tante (mahasiswi sepupu nyokap) asik dengan Vaio 8 inci merahnya gi ngaplod foto2 di kamarnya. Si Mbak menikmati gonti-ganti kanal TV sendirian di ruang keluarga.

Bagi yang belum pernah mencoba fesbukan, bayangin saja gimana keluarga autis seperti itu disana. Meskipun pada autis tak lantas jadi apatis, karena mereka saling bertukar komen mesra di fb. Jika di rumah tersebut ada router WIFI dan semua HP memiliki fitur WIFI, barangkali tidak terlalu mengganggu kenyamanan dalam berautis ria di alam dunia maya itu. Namun tidak banyak HP 3G yang juga memiliki fitur WIFI ini.

Secara umum, HP 3G berbeda dengan HP jaman dulu yang digunakan untuk telepon saja sehingga menggunakan input melalui keypad standard telepon ala matrix 4×3 angka2 1-9,*,0,#. Bahkan saat awal-awal pemasaran GSM di Indonesia sekitar 15 tahunan lalu, teknologi baterenya masih terbatas jam pakenya, kemana-mana harus bawa charger. Jumlah BTS (Base Transmission Station) GSM pun masih amat terbatas dan akibatnya sinyal pun merata lemahnya, sehingga terkenal plesetan GSM is Goyang Sikit Mampos.

Pada saat ini BTS GSM sudah bisa dibilang merata dibangun di kota-kota besar. Diantaranya dilengkapi juga dengan BTS untuk GPRS untuk koneksi internet menggunakan sinyal GPRS.

Bagi yang sudah biasa terkonek secara broadband, koneksi internet ala modem dial-up sudah terasa ketinggalan jaman. Demikian juga dengan kecepatan sebatas GPRS yang praktis hanya bisa buat transfer teks ataupun gambar2 ukuran mini banget melalui browser WAP yang simpel. Sedangkan koneksi mobile saat ini sudah dianggap sebagai umum menggunakan koneksi 3G yang bisa donlod atopun uplod foto dan video serta berbagai kemudahan berinternet multimedia yang jauh lebih kompleks.

Oleh karena kompleksitasnya ini, HP 3G tak lagi hanya menggunakan input melalu keypad standard telepon jadul, namun dilengkapi keyboard, qwerty, stylus, touch screen. Namun, meskipun telah menggunakan HP 3G belum tentu bisa berinternet ria secara 3G dengan nyaman. Meskipun bar sinyal GSM untuk telepon full, belum tentu mendapatkan sinyal 3G. Hal ini disebabkan belum meratanya pembangunan BTS 3G dibandingkan BTS GSM. Apalagi di kawasan perumahan atau perkampungan.

Andaikatapun sinyal 3G di jalan atau depan rumah lumayan kuat, belum tentu begitu juga di dalam rumah karena terhalang tembok, beton, dsb. Akibatnya koneksi suka susah nyambung, atau kalau sudah nyambung suka terputus sendiri gara-gara sinyal 3G lemah.

Andaikatapun sinyal 3G di dalam rumah kuat, belum tentu bisa nyaman berinternet melalui 3G tergantung kapasitas bandwidth internet operator GSM tersebut yang diterapkan dengan batasan kecepatan maksimum yang dibolehkan bagi para pengguna. Jadi kalau operator membatasi kecepatan maksimum maka meskipun kemampuan kecepatan HP 3G bisa jauh lebih cepat, tetap saja koneksi akan terasa lelet.

Andaikatapun sinyal 3G didalam rumah kuat dan tanpa batasan maksimum kecepatan dari pihak operator, tidak otomatis lantas bisa berinternet ria dengan spesifikasi maksimum kecepatan HP 3G. Tahun lalu, di dalam rumah saya bisa memperoleh kecepatan donlod diatas 1 MBps, namun hari ini nyaris tak mungkin memperoleh 1/4 dari kecepatan itu. Hal ini disebabkan kapasitas BTS 3G memiliki kapasitas bandwidth terbatas, sehingga bandwidth yang ada di-sharing untuk semua pengguna. Dengan demikian semakin banyak pengguna mengakses BTS 3G yang sama maka berinternet via 3G akan terasa semakin lemot.

Bila sinyal 3G di rumah lemah, lelet, lemot, selain mengakibatkan ketidaknyamanan dalam berinternet melalui 3G, juga menyebabkan jauh lebih boros batere meskipun hanya untuk akses text standard ala browser web atau imil. Apalagi untuk donlot ato aplod file, gambar, foto ataupun video.

Dari fb saja sudah teramati semakin banyak orang yang menggunakan koneksi 3G, dan mudah diprediksi akan semakin banyak lagi yang membutuhkan sinyal 3G untuk akses internet baik di jalan maupun di dalam ruangan seperti kantor atau rumah.

Hal ini mengingatkan saya perangkat bernama Femtocell. Dulu sebelum dikenal luas dengan nama Femtocell atau femto, rekan-rekan SISTEM (Sistim Informasi & Telematika) suka menyebutnya sebagai akses poin BTS 3G atau router WiFi 3G. Di luar negri sering juga disebut sebagai Access Point Base Station, residential cellular base station, atau home base 3G access point.

Akses poin adalah istilah yang biasa digunakan menyebut semacam BTS untuk akses LAN (Local Area Network) nirkabel WiFi (IEEE 802.11 a/b/g) di dalam ruangan. Sedangkan router adalah istilah yang biasa digunakan untuk semacam modem akses internet broadband ke jaringan LAN. Di pasaran banyak router untuk rumahan dengan 1 port untuk hubungan ke internet atau WAN (Wide Area Network) dan 4 port terhubung ke PC. Diantara router ini ada yang memiliki fitur WiFi.

Hubungan internet broadband umumnya melalui modem xDSL seperti telkom speedy, First Media, Biznet ataupun melalui modem radio (nirkabel jarak jauh) seperti RT/RW-net. Output dari modem inilah yang dihubungkan ke router sebagai input internet atau WAN.

Konsep teknologi Femtocell adalah menambah router (yang umumnya memiliki fitur WiFi) dengan fungsi BTS 3G. Dengan demikian selain menghubungkan internet dengan beberapa PC dan leptop yang biasanya dilengkapi dengan WiFi, Femtocell juga memfasilitasi sinyal 3G (GSM Edege, HSDPA, CDMA EVDO) tergantung versinya HP yaitu GSM atau CDMA.

femtocell diagram
 
Untuk versi GSM, pihak NEC pernah memamerkan produk femtocell hasil kerjasama dengan Ubiquisys dari UK di pameran 3GSM di Barcelona 2007 lalu.  Namun sampai hari ini belum terdengar berita loncing produk ini meskipun diyakini demand akses inet via HP 3G semakin meningkat dan produksi HP 3G akan jauh berlipat di masa mendatang.

Salah satu kendalanya adalah di harga jual yang diprakirakan sekurangnya diatas US$100 yang jauh lebih mahal daripada harga router WIFI biasa (tanpa 3G) kurang begitu menggiurkan minat para HP-3G mania. Diperkirakan, daripada beli mahal-mahal segitu, orang masih mau nyari-nyari posisi sinyal 3G yang paling bagus atau jika terpaksanya kedepan rumah untuk akses internet melalui HP 3G.

Oleh karena itulah dibutuhkan terobosan-terobosan agar femtocell ini layak jual untuk perumahan atau kantor kecil seperti target konsep teknologi ini.

Salah satu contohnya, tahun lalu perusahaan-perusahan AirWalk, Tango Networks, Tatara Systems  bekerjasama mengembangkan fungsi femtocell bukan sekedar akses LAN, WIFI dan 3G saja namun juga bisa berfungsi sebagai PABX (sentral telepon) mini. Hasil pengembangan femtocell ini didemokan di pameran CTIA awal bulan ini (1-3 April 2009) di Las Vegas, AS.

AirWalk membuat femtocell berbasis CDMA 3G EV-DO. Pihak Tango mengembangkan PABX berbasis teknologi SIP (session initiation protocol) untuk HP 3G. Sementara pihak Tatara menyediakan saluran dari jaringan internet ke jaringan telepon dan jaringan operator CDMA/GSM lainnya. Mengingat komunikasi telepon ini adalah VoIP (Voice over IP) maka besar kemungkinan telepon ke LA lebih murah daripada ke Lenteng Agung, telepon ke NY lebih murah daripada ke NgaYogyakarta, telepon ke UK lebih murah daripada ke Ujung Kulon, dst. dst

Diharapkan konsep femtocell selain sebagai solusi sinyal 3G yang lemah, lelet, lemot di dalam rumah (atau kantor) seperti tersebut diatas ditambah fitur PABX mini dan fasilitas telepon SLI murah meriah ini bisa lebih kompetitif dengan router WIFI biasa. So fesbukan di dalam rumah mungkin akan bisa lebih nyaman bagi semua anggota keluarga. Kalo pengin aplod or donlot, anak-anak ga perlu lagi repot-repot ribut rebutan kompi ma bokap or rebutan leptop ma nyokap, khan?!

Posted by Hastu Wicaksono in 15:20:41
Comments

Leave a Reply